Apakah Konsumsi Buah Kering (Dried Fruits) itu Sehat ?

Di era digital seperti sekarang ini, ternyata pengaruh teknologi bisa merambah pada kemunculan pengawetan makanan ya, salah satunya pengeringan buah atau fruits drying. Eits, tapi kita gak lagi bahas tentang teknologinya ya, tapi ketenaran produknya. Yap, dried fruits lagi banyak digemari oleh khalayak di era ini karena awet lebih lama dan praktis untuk dimakan dimana pun dan kapan pun. Kalo kalian, tim udah cobain atau masih di zona penasaran nih ? Yuk, kita cek dulu ‘si buah kering’ dari sudut pandang gizi!

Buah buahan yang dikeringkan itu banyak klasifikasinya lho. Ada buah kering tradisional atau tanpa penambahan gula dan ada juga buah kering yang ditambahkan larutan gula secara osmosis. Buah-buahan yang dikeringkan juga sekarang udah variatif banget, lho. Dari buah yang ukurannya kecil sampai ukuran yang cukup besar, misalnya stroberi, kurma, manga, apel, pear, nangka, kurma, anggur, dan pisang. Beberapa orang masih konsisten sih dengan pilihan untuk makan buah dalam kondisi segar dengan anggapan bahwa kandungan gizinya lebih baik.

Ternyata. buah yang dikeringkan masih mengandung vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang sama lho dengan buah segar, kecuali vitamin C. So, konsumsi buah kering bermanfaat tetap bagi kesehatan, misalnya meningkatkan asupan serat harian, mengurangi konstipasi atau sembelit dan mencegah terjadinya berbagai macam penyakit, seperti kardiometabolik. Meskipun kandungan mikronutrien nya masih sama, penelitian lain bilang kalo ada kenaikan karbohidrat dan lemak pada olahan buah kering.
Jadi, rekomendasi penelitiannya bilang, buah kering ini hanya sebagai asupan tambahan aja ya, gak disarankan untuk menggantikan porsi harian buah secara keseluruhan. 

Tapi, sayang banget nih masih ada beberapa pabrik yang menambahkan gula ke dalam produk buah keringnya supaya rasanya gak terlalu hambar. Yah, padahal buah secara alami sudah mengandung gula sendiri, yaitu fruktosa. Penambahan gula ini justru yang membuat buah kering menjadi berefek jelek untuk kesehatan bila dikonsumsi banyak dalam jangka panjang.

Gula tersebut malah menambah kalori dan memicu plak hingga karies pada gigi, kenaikan gula darah serta kenaikan berat badan, bahkan berisiko terkena penyakit diabetes. Ada juga pabrik yang menambahkan pengawet di produknya yang bisa menimbulkan reaksi alergi pada orang-orang tertentu. Atau bahkan adanya penambahan pewarna agar warna buah kering yang dihasilkan ini lebih cerah. Duh, sayang banget ya healthy friends, citra buah kering agak sedikit rusak perkara ini.

Meskipun demikian, tetep gak ada salahnya mengonsumsi buah kering untuk menambah kecukupan mikronutrien dan serat harian, ya. Kalo healthy friends lebih sering konsumsi buah kering atau fresh

Kalau konten ini bermanfaat jangan lupa dibagikan kepada orang-orang yang Anda sayangi ♡
WhatsApp
Facebook
Twitter
Telegram
Ulfa Dzakiyyah Al-istiqomah, S.Gz.

Ulfa Dzakiyyah Al-istiqomah, S.Gz.

Konsultasi Sekarang

Kategori

Populer

Konsultasi

Tes Resiko Penyakit

TikTok Feeds

Copyright © 2024 The Doctor Diet | All Rights Reserved