Baca Ini Sebelum Anda Minum Teh Daun Jati Cina (Senna Tea)!

Senna atau lebih dikenal dengan daun jati cina adalah buah (polong) atau daun dari tanaman Senna alexandrina.

Teh daun jati cina adalah herbal yang sering dipasarkan sebagai pencahar, penurun berat badan, dan obat detoksifikasi.

Tapi, apakah benar dan aman untuk dikonsumsi?

Yuk, kita cari tahu lebih lanjut! 😀

Senyawa aktif utama dalam daun teh ini dikenal sebagai senna glikosida atau sennosida. Sennosida tidak dapat diserap di saluran pencernaan, tetapi dapat dipecah oleh bakteri usus.

Penguraian sennosida ini sedikit mengiritasi sel-sel di usus besar. Efeknya bisa merangsang pergerakan usus sehingga meringankan sembelit.

Senna adalah bahan aktif dalam banyak obat pencahar. Bagi kebanyakan orang, obat ini akan merangsang buang air besar dalam waktu 6-12 jam.

Saat ini, daun jati cina memang sering digunakan sebagai salah satu bahan dalam teh herbal/teh detoks dan suplemen dengan klaim “dapat meningkatkan metabolisme dan menurunkan berat badan”.

Namun, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Jadi, teh daun jati cina tidak dianjurkan untuk menurunkan berat badan, ya.

Justru sebaliknya, penggunaan dalam jangka panjang atau terlalu sering (lebih dari 7 hari berturut-turut tanpa anjuran dokter) bisa berbahaya, karena dapat mengubah fungsi jaringan usus yang normal.

Anda bisa mengalami gejala kram perut, mual, diare, atau alergi. Lebih parahnya, Anda juga bisa ketergantungan pencahar, mengalami gangguan elektrolit, kerusakan hati, atau kerusakan organ tubuh yang lain 🙁

Sebuah penelitian terbaru pada lebih dari 10.000 wanita menemukan bahwa mereka yang menggunakan obat pencahar untuk menurunkan berat badan, berisiko 6x lebih besar mengalami gangguan makan.

Teh daun jati cina juga tidak dianjurkan untuk wanita yang sedang hamil/menyusui, serta mereka yang punya penyakit jantung, penyakit hati, atau radang usus, karena bisa memperparah kondisinya.

Daun jati cina dapat berinteraksi secara negatif dengan jenis obat tertentu, seperti obat pengencer darah, diuretik, steroid, serta obat irama jantung.

Oleh karena itu, sudah jelas, ya. Pilihan terbaik untuk menurunkan berat badan adalah menerapkan diet gizi seimbang dan pola hidup yang sehat. Bukan dengan obat pencahar/suplemen.

Silakan konsultasi ke dokter atau ahli gizi untuk mengetahui diet yang sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan gizi Anda.

Kalau konten ini bermanfaat jangan lupa dibagikan kepada orang-orang yang Anda sayangi ♡
WhatsApp
Facebook
Twitter
Telegram
Titis Rahfaprilia, S.Gz.

Titis Rahfaprilia, S.Gz.

Konsultasi Sekarang

Kategori

Populer

Konsultasi

Tes Resiko Penyakit

TikTok Feeds

Copyright © 2024 The Doctor Diet | All Rights Reserved