Gaya Hidup, PCOS, dan Kehamilan

Udah familiar belum sama PCOS? Kalo belum, kalian wajib tahu bahwa polycystic ovary syndrome (PCOS) merupakan gangguan endokrin yang ditandai dengan gangguan sintesis gonadotropin yang disertai dengan gangguan sekresi dan aktivitas hormon lain, seperti munculnya resistensi insulin seperti pada penderita diabetes mellitus, dan berdampak terhadap kehadiran lemak tubuh yang berlebihan.  Kondisi ini terjadi di kalangan Wanita pada usia reproduktif. Tapi, kali ini kita akan bahas secara khusus kondisi PCOS pada masa kehamilan saja, ya healthy friends.

Katanya, wanita yang didiagnosa PCOS diduga lebih sulit untuk hamil. Nah, tapi ternyata ada loh wanita yang terdiagnosa PCOS dan berhasil hamil. Di sini nih, bagian yang krusial. Soalnya, kondisi ini menandakan bahwa ada banyak kemungkinan risiko komplikasi yang terjadi di masa kehamilannya.  Wanita hamil dengan PCOS berisiko 3 kali lebih tinggi untuk mengalami preeklampsia, diabetes gestasional, berat badan lahir bayi obesitas atau bahkan kelahiran prematur, bahkan kemungkinan gangguan kesehatan lainnya seperti kenaikan kolesterol, tekanan darah tinggi, gangguan tidur, stroke, penyakit jantung, dan kanker endometrium. 

Selain itu, wanita dengan PCOS cenderung memiliki tubuh yang gemuk, obesitas atau mengalami kenaikan berat badan berlebih. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menangani seseorang dengan PCOS di masa kehamilannya adalah melalui hal-hal berikut :

  1. Menurunkan berat badan melalui program diet dan aktivitas fisik
  2. Pemberian perawatan medis selama kehamilan misalnya pemberian obat terakit fertilitas untuk mendorong ovulasi

Intervensi melalui perubahan gaya hidup, baik melalui diet maupun olahraga atau kombinasi keduanya adaalah garda terdepan yang menjadi panduan bagi para penderita PCOS, khususnya mereka yang terdiagnosa PCOS dan memiliki status gizi overweight dan obesitas. Soalnya, perubahan gaya hidup ini yang akan membantu meningkatkan metabolisme dan manifestasi terkait reproduksi.

Ternyata, penelitian terbaru ini membuktikan bahwa memperbaiki pola hidup, salah satunya dengan menurunkan berat badan, dapat memberi kesempatan bagi wanita dengan PCOS untuk bisa memperoleh kehamilan. Bahkan, antenatal lifestyle atau gaya hidup selama masa kehamilan berhubungan erat dengan rendahnya potensi kehamilan dan kelahiran bayi berisiko. Gak Cuma itu,  hal penting yang juga harus diperhatikan selama kehamilan adalah komposisi tubuh secara metabolik, kondisi fisik, dan mental.

Membangun pola hidup yang baik itu gak sesederhana angka timbangan dan ukuran besar-kecilnya tubuh lho ternyata. Ngomongin soal gizi ibu hamil itu memang kompleks ya, karena fokusnya jadi dua, yaitu ada kondisi kesehatan ibu dan janin dalam kandungan yang harus sama-sama diperhatikan. Studi sebelumnya bilang, ibu hamil dengan PCOS cenderung mengalami resistensi insulin dan gangguan profil lipid di trimester 1. Berarti, ibu hamil dengan PCOS perlu mengatur pola makan gizi seimbang dengan pembatasan jumlah dan jenis karbohidrat.

Meski udah memperbaiki pola makan, olahraga di kala hamil juga tetap harus menjadi kebiasaan rutin. Studi ilmiah udah membuktikan bahwa olahraga  kali seminggu bisa mengurangi risiko terjadinya diabetes gestasional, preeklampsia (hipertensi dan adanya protein di urin) dan makrosomia (kelahiran bayi dengan berat badan melebihi normal dan berisiko terkena obesitas).

Jadi, mau orang sehat atau orang dengan PCOS, keduanya harus sama-sama perhatian dong sama pola makan, aktivitas fisik dan pola tidurnya. Memelihara kebiasaan hidup sehat berarti menginvestasikan hidup yang berkualitas kini dan nanti.

Kalau konten ini bermanfaat jangan lupa dibagikan kepada orang-orang yang Anda sayangi ♡
WhatsApp
Facebook
Twitter
Telegram
Ulfa Dzakiyyah Al-istiqomah, S.Gz.

Ulfa Dzakiyyah Al-istiqomah, S.Gz.

Konsultasi Sekarang

Kategori

Populer

Konsultasi

Tes Resiko Penyakit

TikTok Feeds

Copyright © 2024 The Doctor Diet | All Rights Reserved