Tips Memilih Minyak agar Lebih Sehat

Semakin kesini semakin banyak ya varian bahan makanan dengan klaim ‘cocok untuk diet’ yang dijual bebas. Sayangnya, saat orang-orang sedang membicarakan pola hidup sehat atau diet, yang timbul dalam pikirannya adalah penggunaan produk-produk yang super sehat yang notabene harganya mahal. Hal ini juga terjadi pada kebiasaan pemilihan minyak yang merupakan salah 1 bahan makanan yang mungkin hampir gak pernah ditinggalkan dalam sehari, khususnya bagi orang Indonesia.

Healthy friends pernah gak mendengar istilah MUFA, PUFA dan SFA dalam keluarga minyak-minyak makanan ini ? Yash, ketiganya adalah golongan lemak berdasarkan ikatan lemaknya. MUFA adalah singkatan dari monounstaurated fatty acid atau asam lemak tidak jenuh tunggal, PUFA adalah polyunsaturated fatty acid atau asam lemak tidak jenuh ganda, dan SFA adalah saturated fatty acid atau asam lemak jenuh. SFA atau lemak jenuh ini yang akrab kita sebut dengan lemak jahat.

Nah, karena kebutuhan lemak harian kita kurang lebih adalah 30% total kalori harian, rekomendasi WHO, kita sebaiknya membatasi asupan lemak jenuh kurang dari 10% total kalori aja, ya!

Oke, sekarang kita akan membahas dimana aja sumber-sumber PUFA, MUFA dan SFA ini. 

  1. PUFA : diperoleh dari grapseed oil, minyak sayur, minyak wijen, minyak biji bunga matahari, minyak jagung, minyak ikan, walnut dan flax seeds
  2. MUFA : kacang almond, macademia, kacang tanah, pistachio, biji chia, biji labu kuning, biji bunga matahari, alpukat, minyak zaitun, minyak kanola, dan minyak kacang tanah.
  3. SFA : biasanya diperoleh dari produk hewani, seperti unggas, daging, keju, susu, minyak kelapa dan kelapa sawit.

Tapi, berbeda jenis minyak beda juga loh tujuan penggunaan dan cara penyimpanannya. Bukan berarti minyak yang mengandung lemak baik bisa digunakan lebih banyak dan di semua cara pengolahan makanan, lho.

Minyak yang kategorinya tidak jenuh itu lebih mudah rusak ikatannya pada suhu pemanasan yang tinggi dan lama. Minyak yang bisa digunakan untuk deep frying adalah minyak zaitun murni atau refinasi, minyak kacang tanah, minyak sayur, minyak jagung dan wijen. Sedangkan virgin atau extra virgin coconut oil (VCO) dan grapeseed oil adalah jenis minyak yang tidak disarankan untuk pemanasan. 

Meskipun beberapa jenis minyak dapat digunakan untuk pemanasan yang cukup lama dan suhu tinggi, sebaiknya tidak digunakan berulang karna minyak tersebut sudah mengalami oksidasi ketika dipanaskan, yaitu perubahan senyawa kimia dan asam lemak yang akan menumpuk jadi kolesterol dalam darah dan memicu terjadinya kanker. Selain itu, penting juga untuk memeprhatikan cara penyimpanan masing-masing minyak. Minyak minyak dari bunga matahari dan jagung bisa disimpan di kulkas atau suhu rendah, sisanya bisa disimpan di tempat yang teduh dan kering.

Meskipun demikian, healthy friends tetap wajib membatasi asupan minyak dan lemak maksimal 4 sendok makan dalam 1 hari ya untuk mengontrol asupan kalori ke dalam tubuh. 

Kalau konten ini bermanfaat jangan lupa dibagikan kepada orang-orang yang Anda sayangi ♡
WhatsApp
Facebook
Twitter
Telegram
Ulfa Dzakiyyah Al-istiqomah, S.Gz.

Ulfa Dzakiyyah Al-istiqomah, S.Gz.

Konsultasi Sekarang

Kategori

Populer

Konsultasi

Tes Resiko Penyakit

TikTok Feeds

Copyright © 2024 The Doctor Diet | All Rights Reserved