Hidup Sehat vs Menstruasi

Menstruasi terdengar jadi hal yang lazim dibahas ya di kalangan girls. Gimana engga, sejak usia 9 tahun ke atas, ini udah jadi kebiasaan rutin yang harus dilewati oleh teman-teman perempuan. Tapi, edisi kali ini kita ga akan kupas tuntas apa itu menstruasi dan segala proses nya, melainkan kita akan sharing tentang seberapa pengaruh makanan terhadap gangguan menstruasi yang dialami wanita.

Udah tau belum friends, ternyata gangguan menstruasi ada kaitannya dengan kenaikan indeks massa tubuh, lho! Gangguan menstruasi yang dimaksud berupa haid yang tidak teratur dan nyeri haid (dismenore). Haid yang tidak teratur ini dipicu oleh kebiasaan konsumsi makanan cepat saji, meninggalkan sarapan, dan kurangnya aktivitas fisik.

Ternyata, meninggalkan sarapan terbukti secara ilmiah dapat mengganggu fungsi ovarium yang berdampak terhadap gangguan ginekologi yang juga sebagai faktor penyebab terjadinya dismenore. Penelitian lain menyatakan bahwa produk junk food dapat meningkatkan risiko terjadinya menstruasi yang tidak teratur, menstruasi yang berlebihan, dan dismenore melalui proses gangguan level hormon. Junk food mengandung tinggi asam lemak jenuh yang dapat mempengaruhi metabolisme hormon progesteron dalam siklus menstruasi. 

Menstruasi yang tidak teratur ini sering dikaitkan dengan kejadian polycystic ovary syndrome (PCOS) yang ditandai dengan aliran darah yang tidak teratur dan kenaikan berat badan. Studi pada wanita 18-35 tahun membuktikan bahwa volume darah haid pada orang yang sering mengonsumsi daging olahan cenderung lebih banyak daripada orang yang jarang mengonsumsi daging olahan (<1 kali/minggu). Selain itu, wanita yang terhindar dari dismenore juga terbiasa mengonsumsi 2 porsi buah-buahan dalam sehari. 

Nah, sekarang coba kita telaah seberapa penting peran diet dan olahraga terhadap kesehatan wanita saat menstruasi. 

1) Efek makanan

Wanita yang gemar mengonsumsi makanan tinggi buah-buahan dan sayuran akan berisiko lebih rendah untuk mengalami kram perut dan menstruasi tidak teratur.  Melengkapi asupan diet dengan sumber karbohidrat dan protein tebrukti efisien untuk mencukupi kebutuhan energi selama menstruasi. Mengurangi asupan kafein dapat mengurangi risiko kram dan mengurangi asupan garam dapat terhindar dari kembung dan nyeri di sekitar payudara. Jadi, diet yang dianjurkan untuk mengontrol gejala-gejala yang timbul saat menstruasi adalah rendah lemak dan tinggi zat-zat gizi berikut :

  • Omega-3
  • Serat
  • Protein
  • Kalsium
  • Cairan

2) Efek Berolahraga

Kebiasaan menjalankan aktivitas fisik, seperti aerobik dapat menurunkan tensi, menstabilkan mood dan meningkatkan kualitas tidur. Aktivitas fisik terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan produksi hormon endorfin atau hormon bahagia yang membantu mengurangi nyeri berlebihan saat menstruasi.

Nah, sekarang udah tau kan apa saja yang harus healthy friends cegah, lakukan dan hindari untuk melewati masa menstruasi dengan enjoy? Share tanggapan kamu di kolom komentar ya!

Kalau konten ini bermanfaat jangan lupa dibagikan kepada orang-orang yang Anda sayangi ♡
WhatsApp
Facebook
Twitter
Telegram
Ulfa Dzakiyyah Al-istiqomah, S.Gz.

Ulfa Dzakiyyah Al-istiqomah, S.Gz.

Konsultasi Sekarang

Kategori

Populer

Konsultasi

Tes Resiko Penyakit

TikTok Feeds

Copyright © 2024 The Doctor Diet | All Rights Reserved