Apa itu Diare? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Diare adalah buang air besar (BAB) dengan frekuensi yang lebih sering, disertai dengan tekstur tinja yang encer dan berair.

Gejala diare yang biasanya dialami yaitu kram atau nyeri perut, kembung, mual, muntah, demam, dan BAB berdarah atau berlendir.

Ada beberapa jenis diare, di antaranya sebagai berikut.

  • Diare akut, yaitu diare encer yang berlangsung selama 1-2 hari. Umumnya tidak memerlukan pengobatan dan biasanya akan hilang setelah beberapa hari.
  • Diare persisten, yaitu diare yang umumnya berlangsung selama beberapa minggu (2-4 minggu).
  • Diare kronis, yaitu diare yang berlangsung selama lebih dari 4 minggu atau diare yang datang dan pergi secara teratur dalam jangka waktu yang lama.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala berikut.

  • Terdapat darah dalam diare atau tinja berwarna hitam dan keras
  • Demam yang tinggi (di atas 38oC) atau yang berlangsung lebih dari 24 jam
  • Diare berlangsung lebih dari 2 hari
  • Mual atau muntah yang membuat Anda tidak dapat minum cairan untuk menggantikan cairan yang hilang
  • Nyeri hebat di perut (terutama bagian kanan bawah) atau bagian belakang
  • Diare setelah kembali dari liburan/luar negeri

Pada kebanyakan kasus, penyebab diare tidak diketahui dan akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Diare dapat disebabkan oleh bakteri.

Namun, ketika diare berlangsung lebih dari beberapa hari hingga berminggu-minggu, biasanya mengindikasikan adanya masalah/penyakit lain, seperti sindrom iritasi usus besar, infeksi, celiac disease, atau radang usus besar.

Jika diare tidak kunjung membaik, Anda dapat berisiko mengalami komplikasi seperti dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, gagal ginjal, dan kerusakan organ.

Beberapa tanda dehidrasi yaitu air seni berwarna gelap serta jumlahnya sedikit atau tidak ada sama sekali, denyut jantung cepat, terasa pusing dan sakit kepala, merasa mual dan muntah yang parah, kulit memerah dan kering, serta mudah marah, rewel, dan kebingungan.

Lalu, bagaimana cara mengatasi diare akut tanpa obat?

  • Pastikan Anda terhidrasi sepanjang hari. Minum banyak air dan cairan elektrolit seimbang lainnya (misal jus buah yang diencerkan dan tanpa ampas, kaldu ayam tanpa lemak, sports drinks, dan soda bebas kafein).

Sebaiknya, minumlah di antara waktu makan, bukan saat makan. Minum sedikit-sedikit, tapi sesering mungkin. Jika diperlukan, Anda juga boleh minum probiotik atau oralit.

  • Mengubah pola makan. Daripada memilih makanan berminyak, berlemak atau digoreng, pilihlah diet rendah serat supaya dapat membantu tinja jadi lebih padat.

Makanan yang dianjurkan saat diare yaitu kentang, nasi putih, mie, pisang, saus/puree apel, roti putih, ayam atau unggas tanpa kulit, ikan, dan daging sapi tanpa lemak. Cobalah untuk menambahkan bahan makanan tersebut ke dalam menu harian Anda.

  • Mengurangi kafein. Makanan dan minuman yang mengandung kafein (misal kopi, soda, teh kental/teh hijau, dan cokelat) dapat memberikan efek pencahar ringan sehingga dapat memperburuk diare Anda.
  • Menghindari makanan dan minuman yang mengandung gas, terutama jika Anda mengalami kram perut saat diare. Contohnya kacang-kacangan, kubis, bir, dan minuman berkarbonasi.
  • Terkadang, diare juga dapat membuat Anda intoleran terhadap laktosa. Hal ini biasanya bersifat sementara, tapi sebaiknya Anda tetap menghindari produk susu dan olahannya sampai diare sembuh.
Kalau konten ini bermanfaat jangan lupa dibagikan kepada orang-orang yang Anda sayangi ♡
WhatsApp
Facebook
Twitter
Telegram
Titis Rahfaprilia, S.Gz.

Titis Rahfaprilia, S.Gz.

Konsultasi Sekarang

Kategori

Populer

Konsultasi

Tes Resiko Penyakit

TikTok Feeds

Copyright © 2024 The Doctor Diet | All Rights Reserved