Apakah Benar Makan Nasi Bikin Gemuk?

Gemuk atau tidak tergantung dengan total kalori yang masuk ke dalam tubuh dan bukan hanya dari nasi saja. Kalau kita sudah tidak makan nasi, tetapi makan makananan yang lain dalam jumlah banyak, sama saja. Sebagai contoh, apabila tidak sempat makan utama dengan nasi, lalu ingin mengganjal perut dengan konsumsi biskuit. Padahal biskuit itu 4 keping sama dengan 1 porsi nasi. Karena tidak ada konsumsi dengan sayur dan lauk lainnya, bisa saja konsumsi biskuitnya berlebih. Contoh cemilan lainnya yang tinggi kalori tetapi porsinya kecil adalah roti manis, minuman boba, dan gorengan. Jika dimakan dalam jumlah sedikit memang masih belum terasa kenyang tetapi jumlah kalorinya sudah sangat besar.

Pembatasan karbohidrat yang terlalu parah seperti tidak makan nasi atau tidak makan karbohidrat sama sekali akan menyebabkan tubuh Anda memecah lemak menjadi keton untuk energi yang disebut ketosis. Ketosis dapat menyebabkan efek samping seperti bau mulut, sakit kepala, dan kelelahan. Hal ini juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin atau mineral dan mengalami masalah pencernaan.

Jadi makan nasi itu tidak membuat gemuk, asalkan porsinya tepat dan sesuai dengan kebutuhan gizi kita masing-masing. Batasi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans, seperti daging dan produk susu berlemak tinggi. Makanan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung apabila porsinya berlebih dan tidak sesuai.

Kalau konten ini bermanfaat jangan lupa dibagikan kepada orang-orang yang Anda sayangi ♡
WhatsApp
Facebook
Twitter
Telegram
Ervina Ayu Wandira, S.Gz.

Ervina Ayu Wandira, S.Gz.

Konsultasi Sekarang

Kategori

Populer

Konsultasi

Tes Resiko Penyakit

TikTok Feeds

Copyright © 2024 The Doctor Diet | All Rights Reserved